Puisi Untuk Hati Yang Hancur

Bulan Yang Khianat

Lima musim kita lewati

seiring bergandeng tangan

dalam semilir dayu hati

menimang hari-hari yang gelisah

merangkai kata mengukir makna

merancang mimpi hari esok


Lima musim kita lalui bersama waktu yang tak mau

surutkan langkah

jalinan asmara terbingkai sudah

dalam pigura ukir Jepara


Lima musim kini

tinggal kenangan menoreh luka

kau kecup malam yang baru

dan malam ku kini berbilur duka


rangkaian kata berrbingkai ukir Jepara

kini berserak entah ke mana

kerna pigura telah patah berkeping


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Negeri Tercinta

Puisi Indahnya Negeri

bayang