Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2023

Puisi Bagus Untuk Alam

 mengantar penyemai benih pertiwi   pagi tadi kau kuantar kembali ke ladang cangkulanmu tempat menyemai benih di bumi pertiwi   di bawah rinai dan rintik hujan membelah kabut menyusuri aspal jalanan basah sisa hujan semalam menggelinding dalam dingin   di antara deru dan lalu lalang memburu waktu berselancar di antara angin dan asap polusi   sudah menanti di sana hamparan ladang bestari menghijau benih perlu disiangi dan disirami

Puisi Bagus Untuk Hari Guru

Untukmu Pahlawan Pendidikan Karya Marlin Monas jika dulu dunia kami hampa kekosongan akan ilmu melanda harapan belum datang membuat resah membuncah bimbang namun kini jagat kami penuh warna dengan goresan coreng, juga kata menyongsong fajar terbuka mimpi mulai nyata tentang mana rona nan anggun kalam  pun harus disimpulkan  semua sudah  Kauajarkan Terimakasih langgayan pejuang pendidikan pahlawan tanpa tanda jasa tunaikan tugas mendidik tunas bangsa gempitakanlah selalu jiwa raga wahai guru pendidikan Indonesia

Puisi Untuk Hati Yang Hancur

Bulan Yang Khianat Lima musim kita lewati seiring bergandeng tangan dalam semilir dayu hati menimang hari-hari yang gelisah merangkai kata mengukir makna merancang mimpi hari esok Lima musim kita lalui bersama waktu yang tak mau surutkan langkah jalinan asmara terbingkai sudah dalam pigura ukir Jepara Lima musim kini tinggal kenangan menoreh luka kau kecup malam yang baru dan malam ku kini berbilur duka rangkaian kata berrbingkai ukir Jepara kini berserak entah ke mana kerna pigura telah patah berkeping

Puisi Untuk Patah Hati

Bianglala Kepalsuan gandewa bianglala kau bawa ke jendela hatiku membiaskan warna-warna asmara di setiap lekuk dan lipatan kalbu dalam kesima netraku kucumbu setiap bayangmu yang muncul bersama surya pagi memantul lewat tetes embun di kemilau daun talas warna -warni bianglalamu memudar di telaga keruh membuyarkan anganku untuk terus mencumbunya butiran-butiran embun di daun talas berubah wujud seiring hembusan bayu dan tak bisa lagi kutebak siapakah dirimu tinggal ‘ku kini sepi berkawan angin sendiri sunyi hampa hatiku

Puisi Untuk perpisahan Ibu

  IBU berpisah darimu,ibu adalah sebuah ketersiksaan rasa kar’na batin ini terlalu rapuh untuk tak mengingatmu   berpisah denganmu,ibu menenggelamkan rinduku semakin dalam di palung hati yang mendamba   inginku kini tak mungkin mau dicegah mengambil rembulan ‘tuk ‘ku letakkan di pangkuanmu memetik bintang-bintang ‘kan ‘ku rangkai ‘tuk memahkotaimu   terimalah sembah bakti dan kasihku kepadamu ibu